VISI
Tulisan ini
mengkaji pemahaman sebuah visi secara praktis dengan mengacu kepada kitab suci
Torah. Penulis mengkaji visi secara spesifik di dalam lingkungan bisnis, yaitu
visi perusahaan. Secara umum, visi adalah hasil penglihatan gambaran diri atau
perusahaan di masa depan, rentang waktu 10 sampai 30 tahun.
Ada
tiga peristiwa di dalam kitab suci Torah yang mengajarkan penulis tentang visi:
(1) kisah Avraham, (2) kisah umat Israel, dan (3) kisah Yosef.
Avraham
memiliki istri bernama Sara, dan dia mandul. Avraham di negeri kediamannya
adalah pebisnis sukses. Namun, dibalik kesuksesan bisnisnya, Avraham tidak
mempunyai keturunan. Tentunya Avraham melakukan berbagai usaha dan ikhtiar
untuk bisa memiliki keturunan. Waktu berjalan selama puluhan tahun, Avraham mulai
putus asa, dan dia sangat ketakutan, begitu banyak aset perusahaannya, masakan
itu semua harus diwariskan kepada pegawainya yang adalah orang asing. Kemudian Tuhan
saat itu memberikan visi kepada Avraham. Tuhan membawa Avraham ke tepi laut,
kata Tuhan:”Coba lihat ke langit,
hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya”. Maka firmanNya
kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti
keturunanmu”. Lalu Avram meyakini apa kata Tuhan, dan Tuhan menghitung itu
sebagai kebenaran.
Berdasarkan
cakupannya, manajemen dibagi menjadi 3 level, (1) Top Level Management, (2) Middle
Level Management, dan (3) Low Level
Management. Perumusan visi berada di dalam manajemen level paling atas. Perusahaan
skala besar menghabiskan dana lebih daripada 5 Milyar Rupiah untuk menggunakan
jasa konsultan manajemen strategik untuk merumuskan visinya. karena merumuskan visi
sangat sulit, tulisan ini memberikan poin-poin penting sebagai panduan bagi
pemimpin perusahaan:
1. Visi
berasal dari Tuhan. Kondisi jiwa Avraham yang terpuruk di
dalam kesedihan, membawanya ke dalam percakapan dengan Tuhan. Tuhan menjawab
semua keluh kesah Avraham melalui sebuah asersi, yakni visi bahwa Avraham akan
memiliki keturunan seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
2. Visi
tidak memiliki relevansi dengan keadaan masa kini.
Kondisi sekarang Avraham tidak memiliki anak, karena istrinya sudah tua dan
mandul. Namun, visi yang Tuhan berikan bertentangan dengan kondisi saat itu.
3. Visi
dicapai dengan keyakinan. Meski kondisi saat itu sangat
bertentangan dengan visinya, Avraham menaruh keyakinannya kepada Tuhan, dan
Tuhan menghitung itu sebagai kebenaran. Ada perbedaan antara yakin dan percaya berdasarkan
kadarnya. Yakin adalah percaya 100%, sedangkan percaya belum tentu 100%. Yakin bersifat
teguh dan kokoh tidak bisa digoyahkan, namun percaya bisa saja digoyahkan,
karena percaya bersifat lemah. Yakin padanan katanya dalam bahasa inggris believe. Meski di dalam terjemahan ITB,
kata yang digunakan adalah percaya, tapi di dalam versi KJV, kata yang
digunakan adalah believe.
4. Visi
terwujud dalam masa yang sangat panjang, biasanya 10 sampai 30 tahun. Rentang
waktu antara Avram menerima visi dari Tuhan, sampai visi itu terwujud, yakni
kelahiran Ishak, sekitar 30 tahun.
5. Visi
tidak pernah berubah. Tujuan perusahaan mungkin berubah dari
tahun ke tahun. tapi visi tidak pernah berubah, sampai ia terwujud.
Umat
Israel hidup di Mesir sebagai orang asing. Mereka dijajah dan menjadi budak
bagi pemerintah Mesir yang dipimpin oleh Pharaoh selama hampir empat ratus
tahun. Mereka menjalani kerja paksa untuk membangun infrastruktur Mesir dan
permukiman bagi Pharaoh dan keluarganya. Mereka ditindas dengan sangat kejam,
seperti kerja lembur tanpa kompensasi, makanan tidak memenuhi gizi, dan
tindakan kejam seperti hukuman fisik bagi yang melawan perintah pemerintahan
Pharaoh. Mereka berteriak kepada Tuhan, sehingga Tuhan mendengar jeritan mereka
dari tempatNya yang maha tinggi. Suatu hari Moshe di gunung horeb, Tuhan
menampakkan diri kepadanya: “Akulah Allah
ayahmu, Allah Avraham, Yishak, dan Allah Yaacov. Lalu Moshe menutupi mukanya,
sebab dia takut memandang Allah. Dan Tuhan berfirman:”Aku telah memperhatikan
dengan sungguh kesengsaraan umatKu di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar
seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui
penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari
tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri
yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke
tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang
Yebus.” Akibat visi yang diterima Moshe dari Tuhan, Pharaoh menindas umat
Israel dua kali lipat lebih kejam. Mereka disiksa dengan pekerjaan lebih berat
dan jatah makanan yang dikurangi. Umat Israel berteriak lebih kencang memaki
Tuhan. Tuhan dengan tanganNya yang kuat dan lenganNya yang teracung menghukum
Pharaoh dengan sepuluh pukulan, sampai pada akhirnya Pharaoh mengusir umat
Israel untuk segera pergi meninggalkan Mesir. Kemudian umat Israel yang saat
itu jumlahnya sangat banyak, pria wanita, anak-anak, juga segala ternak dan
emas perak mereka keluar dari Mesir dan berjalan ke arah laut Teberau. Mereka berkemah
di tepi laut Teberau. Tuhan mengeraskan untuk terakhir kalinya hati Pharaoh. “Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta
Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka
pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.” Perjalanan
umat Israel di langkah pertama dalam mencapai visi mereka, mereka menghadapi
jalan buntu, yakni laut teberau terlebih lagi di belakang mereka pasukan khusus
Mesir mengejar mereka. Singkatnya, perjalanan umat Israel selama empat puluh
tahun menuju visi diwarnai dengan sejuta peristiwa, baik muzizat Tuhan maupun
murka Tuhan. Berikut adalah poin-poin yang diambil penulis untuk mendapatkan
makna visi:
1. Visi
berasal dari Tuhan. Moshe menerima visi dari Tuhan,
setelah umat Israel mengungkapkan jeritan tangis dalam jiwa mereka kepada Tuhan
melalui percakapan batin umat Israel dengan Tuhan, Allah Avraham, Allah Yishak,
dan Allah Yaacov.
2. Visi
tidak memiliki relevansi dengan kondisi saat ini.
Alih-alih umat Israel bahagia setelah menerima visi, mereka ditindas dua kali
lebih kejam oleh Pharaoh dengan tambahan pekerjaan dan pengurangan makanan.
3. Visi
dicapai dengan keyakinan. Moshe adalah seorang pilihan Tuhan
untuk memimpin umat Israel mencapai visi mereka. Moshe memiliki keyakinan 100%
bahwa Tuhan menemuinya di gunung Horeb, dan visi ini pasti dapat dicapai. Terbukti
dengan berkali-kali Moshe menghadap Pharaoh untuk memohon permohonan agar umat
Israel bisa keluar dari Mesir, meski Pharaoh selalu menolak permohonan Moshe,
tapi keyakinan Moshe tidak pernah goyah.
4. Visi
terwujud dalam masa yang sangat panjang, biasanya 10 sampai 30 tahun.
Untuk mencapai visi tersebut, waktu yang diperlukan bahkan empat puluh tahun.
meskipun, seharusnya waktu empat puluh tahun tersebut bisa lebih singkat, hal
ini terjadi karena beberapa kali pembangkangan dilakukan oleh umat Israel
dengan menyembah berhala.
5. Visi
bisa diteruskan kepada keturunan kita. Pada akhirnya, bahkan
Moshe pun berdosa di mata Tuhan, sehingga Moshe dan umat Israel angkatan itu
tidak mewujudkan visi mereka, melainkan anak-anak merekalah yang mewujudkan
visi mereka.
6. Visi
tidak pernah berubah. Meski begitu banyak tantangan yang
menggembleng batin umat Israel selama empat puluh tahun di padang gurun, visi
tidak akan pernah berubah. Mereka menghadapi tantangan demi tantangan, terlepas
dari kesuksesan dan kegagalan mereka menghadapi tantangan demi tantangan di
tengah perjalanan mereka menuju visi, visi tetap tidak pernah berubah.
Yosef adalah anak
kesayangan Yaacov. Dia seorang laki-laki yang sangat tampan dan berperawakan
atletis. Yosef selalu mendapat perlakuan spesial dari ayahnya. Hal ini yang
membuat hati saudaranya iri kepadanya. Yaacov selalu mengajarkan ilmu keTuhanan
kepada anak kesayangannya, anak sulungnya, jika dilihat dari cintanya Yaacov
kepada istrinya, Rahel. Di hati Yaacov hanya ada Rahel, sehingga Yaacov
memandang Yosef adalah anak sulungnya, anak sulung dari istri yang sangat
dicintainya. Ilmu keTuhanan yang diajarkan oleh Yaacov kepada Yosef membuat
Yosef memiliki hubungan erat dengan Tuhan, Allah ayahnya. Suatu hari Tuhan
memberi Yosef visi, yakni menjadi orang No. 1 di antara semua keluarganya. Visi
ini sangat mengusik hati dan pikiran Yosef, sehingga dia tidak mampu untuk
menyembunyikan visi itu, dia menceritakan tentang visi itu kepada ayahnya,
ibunya, dan saudaranya. Berikut bisa didapatkan poin mengenai makna visi:
1. Visi
berasal dari Tuhan. Kedekatan Yosef kepada Tuhan melebihi
saudaranya, sehingga Tuhan memberikan visi kepada Yosef, untuk menjadi orang
No.1 di keluarganya.
2. Visi
tidak memiliki relevansi dengan kondisi saat ini. Alih-alih
Yosef mendapat perlakuan spesial setelah dia menerima visi, dia malah lebih
dibenci lagi oleh saudaranya, dan terlaksanalah rencana saudaranya untuk
menyingkirkannya. Dia menjadi budak di negeri asing, dengan budaya yang
berbeda, dengan bahasa yang berbeda, dan dia dipisahkan oleh jarak dengan
ayahnya. Di puncak penderitaannya, Yosef dipenjara karena dia difitnah oleh
istri Potifar. Semua penderitaan yang dijalaninya sangat bertentangan dengan
visinya.
3. Visi
dicapai dengan keyakinan. Mengapa Yosef tidak melarikan diri?
Mengapa Yosef tidak melakukan perlawanan? Mengapa Yosef tidak melakukan
perencanaan untuk bekerja di Mesir suatu masa sampai uangnya terkumpul dan bisa
pulang ke negeri ayahnya? Karena Yosef yakin 100%, Mesir inilah tempat dimana
visinya terwujud.
4. Visi
yang berasal dari Tuhan pasti terwujud. Saudara mereka sangat
membenci Yosef, sehingga mereka merencanakan pembunuhan Yosef. Namun,
perencanaan pembunuhan tersebut tidak terlaksana, nyawa Yosef dilindungi Tuhan,
sehingga Yosef tetap hidup, bahkan dia dibuang ke dalam sumur dalam keadaan
sehat walafiat.
5. Visi
terwujud dalam masa yang sangat panjang, biasanya 10 sampai 30 tahun. Yosef
menerima visi pada saat usianya 13-15 tahun. Dia menjadi orang No.1 di Mesir
pada usia sekitar 35-40 tahun. Yosef memerlukan waktu 20 tahun untuk mewujudkan
visi tersebut.
6. Visi
tidak pernah berubah. Penderitaan pertama, Yosef menjadi
orang asing di negeri yang dia tidak tahu budaya dan bahasanya, kedua, Yosef
yang berasal dari anak orang kaya dengan pakaian termahal, sekarang menjadi
pembantu rumah tangga, ketiga, Yosef harus mendekam di penjara oleh karena
fitnah istri Potifar. Semua penderitaan Yosef tidak membuatnya lari dari Mesir,
karena keluar dari Mesir membatalkan visinya.
Insight
for business:
PT Megadata Solusi Integrasi memiliki
visi, “To become the number one company
which providing the best IS and IT Solution in Indonesia”. Kenyataannya,
lingkungan bisnis saat ini sedang dihantam badai ekonomi, akibat kebijakan luar
negeri Amerika Serikat, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika melonjak
naik, sehingga menurunkan penjualan bagi PT Megadata Solusi Integrasi. Akibatnya,
Megadata harus berkompetisi ketat dengan perusahaan sejenis untuk memperebutkan
pangsa pasar yang semakin mengecil. Suatu kondisi yang sangat bertentangan
dengan visi, tapi visi tersebut harus terwujud, apapun bagaimanapun walaupun. Pemimpin
Megadata hanya perlu untuk bertahan hidup menghadapi semua rintangan dan jalan “buntu”
yang ada di depan Megadata. Sekalipun Megadata diperhadapkan laut teberau,
Megadata harus menyeberangi laut tersebut untuk menuju visi.
1. Visi
“To Become the number one company which
providing the best IS and IT Solution in Indonesia“ berasal dari Tuhan.
2. Visi
”To Become the number one company which
providing the best IS and IT Solution in Indonesia“ tersebut tidak memiliki
relevansi dengan kondisi saat ini. Meskipun Megadata sedang dihantam badai saat
ini, Megadata akan bertahan hidup dan berfokus untuk mengarah kepada perwujudan
visinya.
3. Visi
“To Become the number one company which
providing the best IS and IT Solution in Indonesia” hanya bisa dicapai
apabila pemimpin Megadata memiliki keyakinan 100% terhadap keterwujudan visi
tersebut.
4. Visi
“To Become the number one company which
providing the best IS and IT Solution in Indonesia” akan terwujud dalam
masa yang sangat panjang. Pemimpin Megadata memerlukan tidak mungkin dalam
setahun, dua tahun, ataupun lima tahun untuk mencapai visi tersebut. Pemimpin Megadata
hanya perlu bersabar dan tetap konsisten berfokus pada pencapaian visi
tersebut.
5. Visi
“To Become the number one company which
providing the best IS and IT Solution in Indonesia” tidak pernah berubah. Meskipun
lingkungan bisnis yang di dalamnya Megadata beroperasi selalu berubah pesat,
tapi visi tidak pernah berubah oleh karena perubahan strategi bisnis Megadata. Tantangan
eksternal selalu datang silih berganti, tapi tantangan tidak menyebabkan
perubahan visi.
6. Visi
“To Become the number one company which
providing the best IS and IT Solution in Indonesia” mungkin diteruskan
kepada generasi berikutnya Megadata. Karena visi memerlukan waktu sangat lama
untuk terwujud, visi tersebut mungkin baru terwujud saat kepemimpinan sudah
beralih kepada generasi selanjutnya.
Referensi:
1. Torah
2. Talmud
1 komentar:
Bro... My brother...
Tulisan mu ini benar2 indah.
Siapa bilang Firman Tuhan sudah kadaluarsa dan tidak relevan lagi di zaman sekarang. Cara penulisanmu, dan bagaimana kamu merelevansikan dengan kondisi real suatu perusahaan (Megadata) sangat menjelaskan bahwa Firman Tuhan msih relevan dengan kehidupan jaman sekarang (juga dalam bisnis sekalipun)
Cheerrrsss...!!!
Posting Komentar