Minggu, 22 Januari 2012

Sekadar Berbagi Pengetahuan

Sharing Knowledge

Berikut ini saya ingin memberikan sedikit pandangan kepada sahabat-sahabat S2 2011 term 3, Pandangan ini tidaklah absolut benar, tapi setidaknya pandangan ini berdasarkan knowledge yang saya dapatkan dari pengalaman saya belajar di kampus S1 dulu. Pengertian atau penjelasan atas poin-poin ini bisa saja berbeda apabila sahabat-sahabat memliki pengalaman yang berbeda secara signifikan dengan saya.

1. Apa itu efisien?
2. Apa itu Efektif?
3. Apa beda ouput dan outcome?
4. Penggunaan kata 'Absensi' yang sering kita sebut selama ini menurut saya kurang tepat penggunaannya
5. Penggunaan kata 'Jurnal' yang sering kita sebut dan maksud selama ini menurut saya kurang tepat
6. perlunya kita hati-hati dengan kaidah pembentukan frasa D M dalam bahasa kita,atau M D dalam bahasa Inggris
7. Perbedaan antara pendekatan pendidikan universitas negeri level 1, seperti ITB, UGM, dan ITS dan universitas swasta terkemuka, seperti Tarumanagara, Trisakti, dan Binus
8. Penggunaan kata 'laba' alih-alih 'untung'
9. Pentingnya berbahasa Indonesia yang benar dan baik di dalam interaksi kelas
10. Kata 'efektifitas' yang tidak baku.
11. Perbedaan pemicu dan pemacu
12. Penggunaan kata 'Ekonomi' pada 'Fakultas Ekonomi'

Pandangan:
1. Efisien adalah rasio input dan output. Kinerja perusahaan dikatakan efisien apabila menggunakan seminimal mungkin resource untuk menghasilkan produk/services semaksimal mungkin. Resource, seperti modal kerja, man power, dan peralatan lain yang mendukung.

2. Efektif adalah rasio target dan output. Kinerja perusahaan dikatakan efektif apabila perusahaan menghasilkan produk/services yang paling mendekati atau sama dengan target.

3. Output adalah hasil dari proses, sedangkan outcome adalah dampak output. Proyek JORR W 2, outputnya adalah jalan Tol; sedangkan outcomenya adalah terjadinya peningkatan ekonomi di dalam industri perusahaan kargo, peningkatan produktivitas perusahaan di Jakarta, karena pegawai merasakan kenyamanan di dalam perjalanan menuju kantor dengan suasana lalu-lintas yang lancar.

4. Absensi adalah lawan dari Presensi. Penggunaannya tidak tepat karena kita yang hadir kuliah melakukan tanda tangan pada selembar kertas tersebut, sehingga saya menyebutnya daftar hadir (daftar presensi).

5. Jurnal adalah kata lain dari majalah, yang artinya kumpulan artikel-artikel atau kumpulan topik-topik. Artikel atau paper atau karya tulis, dalam konteks ilmiah, adalah ide atau gagasan yang ditulis dalam standar ilmiah untuk kepentingan di lingkungan akademik. Mungkin kata paper atau karya tulis atau artikel lebih tepat untuk kita gunakan. Artikel Virdy, Karya tulis mas Karyadi, Paper mas Deni, dan tulisan kita semua yang memiliki topik sejenis akan dikumpulkan menjadi sebuah jurnal.

6. Jurnal dari Artikel, Artikel dari Paragraf, Paragraf dari Kalimat, Kalimat dari Klausa, Klausa dari Frasa, Frasa dari Kata, Kata dari huruf. Frasa adalah susunan beberapa kata yang memiliki arti. Susunan tersebut memiliki kaidah, yaitu Diterangkan Menerangkan dalam bahasa Indonesia dan Menerangkan Diterangkan dalam bahasa Inggris. Di dalam kegiatan belajar-mengajar kita akan sering menemui misalkan Process Management dan Management Process; Object Cost dan Cost Object; Business Environment dan Environment Business, dan lain-lain. Dengan memahami secara benar kaidah DM dan MD kita bisa membedakannya dengan mudah. Process Management berkaitan dengan tema TQM (Total Quality Management, dan Supply Chain Management), sedangkan Management Process adalah tahapan-tahapan Management, (Mulyadi) 1. Perumusan Strategi, (2) Perencanaan Strategik, (3) Penyusunan Program, (4) Penyusunan Anggaran, (5) Implementasi, dan (6) Pemantauan.

7. Berdasarkan pengalaman saya, saya kuliah di program sarjana jurusan Akuntansi, tapi saya tidak pernah diberikan pelajaran menggunakan software akuntansi apapun, baik yang terkenal, seperti Myob, Accurate,dll maupun yang tidak terkenal. Beberapa kali saya bertukar pengalaman dengan banyak teman lulusan Tarumanagara, mereka banyak belajar menggunakan software aplikasi selama mereka kuliah, juga banyak pelatihan, seperi pelatihan di pasar modal, dan lain-lain. Sekadar informasi, untuk posisi Akuntansi di kebanyakan perusahaan swasta di Jakarta, pasti ada lulusan Tarumanagara, saya hampir membuktikannya. Inilah simpulan sementara saya, berdasarkan pengalaman saya dan berdasarkan informasi yang saya dapat di universitas Tarumanagara, yang saya dengar program studi akuntansi berakreditasi setara dengan UI. Kuliah akuntansi di UGM memang tidak pernah mengajarkan saya penggunaan software aplikasi akuntansi dan keterampilan lainnya, tapi saya dibekali dengan pemahaman konsep yang kuat atas sistem akuntansi, sehingga saat bekerja saya bisa belajar secara cepat Myob, Accurate atau softaware akuntansi apapun. Software akuntansi adalah alat, sedangkan alat tersebut diciptakan oleh orang yang memahami betul sistem akuntansi. Pertanyaannya, apakah mereka yang mengerahkan dan mengarahkan sumber dayanya ke arah pendekatan praktis tidak benar? tentu saja tidak. Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebulan lalu, saya menghabiskan satu dua jam untuk melihat dan mempelajari kurikulum SBM ITB (Sekolah Bisnis dan Manajemen), alangkah terkagumnya saya melihat kurikulum yang sangat umum, sangat tidak mengerucut secara spesifik ke arah penggunaan aplikasi atau alat-alat tertentu, tapi justru kurikulum itu ke arah pembentukan pola pikir, karakter, dan rohani yang menjadikan lulusannya bukan menggunakan alat tapi menciptakan alat. Tidak berbeda juga dengan ITS. Namun, pendekatan yang dilakukan oleh universitas negeri level 1 ini mempunyai kelemahan. Asumsi lulusan adalah bukan seorang anak pengusaha, yang tentunya masih melamar kerja, mereka yang IPK nya antara 2,5 - 2,75 akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, karena perusahaan-perusahaan yang biasa merekrut lulusan mereka, seperti Unilever, Astra, P&G, dll hanya menerima lulusan yang IPK 3,25 ke atas yang diposisikan sebagai management trainee (calon bos). Sedangkan perusahaan menengah ke bawah tentunya mencari lulusan yang memiliki keterampilan menggunakan Myob atau software akuntansi lainnya, karena mereka membutuhkan posisi operasional, bukan management trainee yang akan dikaderisasi. Kalau demikian, alangkah baiknya mereka yang lulusan Akuntansi Tarumanagara yang peluang kerjanya sangat besar di perusahaan swasta di Jakarta, dengan pertimbangan semakin cepat lulus, semakin cepat dapat kerja, semakin banyak pengalaman, dan tentunya pengalaman tersebut menjadi nilai bagi peningkatan karirnya. setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sekiranya pandangan saya mengenai ini memberikan nilai bagi teman-teman.

8. Laba adalah padanan kata profit. Sedangkan untung dapat diartikan mujur, Dari kata tersebut kita bisa melihat konsep bahwa profit dihasilkan melalui enam tahap management process, yang tentunya melibatkan pengerahan dan pengarahan sumber daya yang besar. Sedangkan untung atau mujur adalah kejadian yang tidak direncanakan. Sebagai contoh, perusahaan mempunyai aset tetap kendaraan Kijang tahun 2002 yang bernilai buku 80jt, tiba-tiba, pada tahun 2012, terjadi kenaikan harga besi dunia, sehingga mobil kijangbaru naik 30%, kenaikan harga mobil Kijang baru memberi dampak pada kenaikan harga Kijang bekas, sehingga berdasarkan hasil perusahaan jasa penilai, mobil Kijang perusahaan harganya naik menjadi 90jt. Nah kelebihan inilah yang disebut untung, padanan kata dalam bahasa Inggris gain.

9. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar dan baik adalah hal mutlak selama saya kuliah di program S1. Kenapa? karena bahasa itu penting. Kenapa bahasa itu penting? Karena bahasa adalah alat berpikir. Bahasa itu berasal dari setiap kata, yang mana setiap kata tersebut merupakan hasil pemikiran kita, sehingga terbentuklah sebuah konsep, yang nantinya konsep ini juga akan didefinisikan melalui kata-kata.

10.Kata 'efektifitas' bisa dikatakan tidak tepat, karena melanggar konsistensi bahasa. Akhiran -tas adalah sebagai padanan akhiran -ty pada bahasa Inggris, misalkan University, Faculty, Activity,dll. Sedangkan Efektivitas dalam bahasa Inggris Effectiveness. Dengan demikian, kata keefektifan lebih tepat untuk memadankan effectiveness. Misal, Kecantikan sebagai padanan beautifulness.

11. Pemicu bisa dipadankan dengan trigger; sedangkan Pemacu bisa dipadankan dengan driver.

12. Kata 'Ekonomi' dalam frasa 'Fakultas Ekonomi' kurang tepat, karena melanggar prinsip konsistensi bahasa. Ekonomi adalah disiplin ilmu yang diserap dari kata Economics, yang dalam bahasa Inggris berakhiran -cs dan diserap di dalam bahasa Indonesia dengan akhiran -ka. Sebagai contoh; Informatics menjadi Informatika, Matchematics menjadi Matematika, Statistics menjadi Statistika, maka Economics menjadi Ekonomika. Dengan demikian, Faculty of Economics di padankan secara tepat menjadi Fakultas Ekonomika.

Sabtu, 14 Januari 2012

Kemitraan dengan Tuhan

Abstrak
Perusahaan sekarang hidup di dalam ekonomi pengetahuan (knowledge economy). Ekonomi pengetahuan adalah lingkungan bisnis yang di dalamnya pengetahuan merupakan penggerak utama perusahaan dalam memenangkan persaingan. Pengetahuan memberi dampak pervasif dalam perusahaan, sehingga manajemen menerapkan pengetahuan pada orang (people), proses bisnis (business process),produk/jasa (product/services), dan pembelajaran organisasi (organizational learning). Pada umumnya, dalam merancang dan menerapkan sistem pengelolaan pengetahuan (knowledge management system), perusahaan melibatkan perusahaan lain yang berperan sebagai konsultan. Oleh karena itu, peran konsultan menjadi penting, dan membangun perusahaan konsultan adalah sebuah peluang bisnis yang memakmurkan (profitable). Masalahnya, perusahaan konsultan pun bersaing di dalam lingkungan bisnis kekonsultanan (consultancy). Bagaimana perusahaan konsultan X mampu memenangkan persaingan?

Kajian terminologi
Perusahaan adalah sebuah organisasi yang memliki sumber daya, mencakup orang, aset tetap, aset lancar, dan aset tidak berwujud lainnya beserta seluruh perlengkapan yang menunjang kegiatan operasionalnya, yang bertujuan untuk memakmurkan para pemangku kepentingan (stakeholder). Pengelolaan pengetahuan (knowledge management) adalah usaha perusahaan untuk memberdayakan pengetahuan dengan tujuan untuk memenangkan persaingan di dalam ekonomi pengetahuan. Konsultasi adalah jasa sarat pengetahuan. Perusahaan konsultan adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya memberikan jasa sarat pengetahuan, sebagai contoh, konsultasi manajemen strategik, seperti perancangan sistem perencanaan berbasis balanced scorecard, atau perusahaan yang menjual produk aplikasi pendukung kegiatan operasional dan pembuat keputusan strategik berbasis teknologi mutakhir yang menjadi solusi atas kerumitan bisnis.

Permasalahan
Bagaimana perusahaan konsultan memenangkan persaingan? Jasa konsultasi merupakan peluang bisnis yang memakmurkan, tapi lingkungan bisnis konsultasi juga sangat kompetitif, sehingga perusahaan konsultasi harus mengoptimalkan pengelolaan pengetahuannya untuk memenangkan persaingan. Perusahaan konsultasi yang tidak terandalkan (reliable) tidak akan memakmurkan perusahaan konsulti (consultee), sebaliknya perusahaan konsultasi yang terandalkan akan memakmurkan perusahaan konsulti, sehingga perusahaan konsulti akan membagi  persentase labanya sebagai insentif oleh karena kepuasan perusahaan konsulti atas jasa konsultasi yang diberikan.

Solusi
Tuhan adalah sumber pengetahuan. Perusahaan konsultan akan menghasilkan jasa sarat pengetahuan dengan membangun kemitraan dengan Tuhan. Sebagai imbalannya, perusahaan konsultan memberikan persepuluhan, yaitu sepuluh persen dari penghasilan kotor yang merupakan hak Tuhan, karena mereka telah menjalin mitra dengan Tuhan yang menjadi konsultan mereka. Konsep ini saya beri nama Jasa Konsultasi bertingkat tiga (Three Tier Consultant Services). Konsep kemitraan inilah yang menjadi dasar mengapa umat Yahudi membayar perpuluhan, karena Tuhan adalah mitra mereka, yaitu sebagai konsultan yang telah memakmurkan perusahaan mereka.

Daftar Acuan
Debowski, Shelda (2006). Knowledge Management. John Wiley & Sons Australia, Ltd. ISBN: 978 0 470 805381

Mulyadi (2009). Balanced-Scorecard-based Integrated Total Business Planning System. Yogyakarta

PureTorah.com