Keseimbangan dalam bahasa Inggris 'balance", merupakan terminologi melekat pada dunia Akuntansi, khususnya Akuntansi Keuangan. Di dalam menyusun laporan keuangan, Akuntan mengacu pada dasar persamaan akuntansi, yaitu Asset = Kewajiban + Modal. Berdasarkan persamaan tersebut, semua transaksi keuangan dilaporkan berdasarkan format keseimbangan: sebelah kiri disebut debet, dan sebelah kanan disebut kredit. Setiap transaksi harus melibatkan ketiga unsur tersebut, dan haruslah balance sebelah kiri dan kanan. Pada akhirnya pencatatan transaksi yang disebut jurnal itu masuk ke dalam buku besar (ledger). Ledger ini dipersiapkan menjadi laporan keuangan dengan membuat Trial Balance. Namanya saja trial balance, memang ini adalah neraca percobaan, untuk menguji apakah semua transaksi yang sudah di posting ke buku besar benar pencatatannya, meskipun seimbang belum tentu menjamin semua jurnal benar pencatatannya. Singkat cerita neraca percobaan tersebut, setelah dilakukan penyesuaian, disiapkan untuk menjadi sebuah Neraca (Balanced Sheet). Dari sekilas dan tersirat siklus akuntansi tersebut, kita menemukan betapa sering terminologi 'balance' digunakan. Terlebih lagi di dalam jurnalisasi saja, Akuntan sering menghadapi masalah, yaitu ketidakseimbangan, kata kunci yang melegakan para akuntan atau mahasiswa jurusan akuntansi yang sedang praktikum adalah terminologi 'balance', kata 'balance' ini serasa melegakan hati mereka, menyegarkan jiwa mereka, memuasi hasil jerih payah mereka di dalam jurnalisasi dan posting.
Di dalam kehidupan sehari-hari pun, ternyata seimbang itu susah, Senin sampai dengan Jumat kita bekerja, apalagi bagi mereka yang bekerja sambil kuliah, apakah mereka menyediakan waktu yang sesuai dan rutin untuk beribadah, bekerja, belajar, berolahraga, berpacaran, dan bermain. Apakah banyak orang menempatkannya dengan seimbang? Padahal menurut Akuntansi, jika komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah.
Pun dengan pola makan, apakah kebanyakan orang selalu makan dengan seimbang, proporsi karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serat, dan mineral yang seimbang? Apakah kita menyeimbangkan proporsi makanan kita? Padahal menurut Akuntansi, jika komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah.
Dalam kehidupan sosial, sudahkan kita seimbang menempatkan diri kita berbagi dan menerima? atau jangan-jangan Tuhan bilang, " kamu terlalu banyak menerima, tapi tidak pernah memberi". Atau mungkin kita terlalu banyak menghabiskan keserharian sendiri, melupakan keluarga, rekan kantor, teman kuliah, tetangga, masyarakat, bangsa, dan negara. Apakah kita menyeimbangkan ini semua? padahal menurut Akuntansi, kalau komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah.
Berdasarkan aspek materi, manusia adalah makhluk ekonomi sekaligus makhluk sosial. Berdasarkan aspek jiwa, manusia adalah makhluk pribadi dan makhluk sosial. Berdasarkan aspek rohani, manusia memerlukan Tuhan di dalam hidupnya, sekaligus manusia tidak pernah lepas dari sesamanya. Apakah kita menyeimbangkan ini semua? padahal menurut Akuntansi, kalau komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah, laporan keuangan tidak valid alias error.
Seorang teman pernah menasihati, "Vir, jadi orang harus flexible, seperti karet, jangan kaku, jika hidup di dalam masyarakat". Berdasarkan pengalaman hidupku sampai aku menulis blog ini, aku mengiyakan nasihat tersebut. Tapi adakah batasannya? Apakah jika suatu saat aku bertemu teman homosex, aku bersikap flexible, aku harus beradaptasi dan menjadi serupa dengannya? atau misalkan suatu saat aku bertemu teman menganut paham atheis, aku harus beradaptasi dan mengadopsi keyakinannya? Berarti kan tentu saja flexible dan rigid ada batasannya, ada porsinya kapan atau pada area mana aku harus flexible, dan pada batasan apa aku harus rigid. Flexible dan rigid ini harus seimbang, karena menurut Akuntansi, kalau komponen tidak seimbang, maka hasilnya pasti salah.
Untuk menentukan seimbang atau tidak, setiap komponen tersebut harus dikaji keterkaitannya satu dengan yang lain, sehingga kita bisa membuat persamaan. Persamaan tersebut adalah parameter kita dalam menyeimbangkan komponen-komponen di dalam segala aspek dalam hidup kita sehari-hari. Salam.