Jumat, 14 Februari 2014

VISI
Tulisan ini mengkaji pemahaman sebuah visi secara praktis dengan mengacu kepada kitab suci Torah. Penulis mengkaji visi secara spesifik di dalam lingkungan bisnis, yaitu visi perusahaan. Secara umum, visi adalah hasil penglihatan gambaran diri atau perusahaan di masa depan, rentang waktu 10 sampai 30 tahun.
Ada tiga peristiwa di dalam kitab suci Torah yang mengajarkan penulis tentang visi: (1) kisah Avraham, (2) kisah umat Israel, dan (3) kisah Yosef.
Avraham memiliki istri bernama Sara, dan dia mandul. Avraham di negeri kediamannya adalah pebisnis sukses. Namun, dibalik kesuksesan bisnisnya, Avraham tidak mempunyai keturunan. Tentunya Avraham melakukan berbagai usaha dan ikhtiar untuk bisa memiliki keturunan. Waktu berjalan selama puluhan tahun, Avraham mulai putus asa, dan dia sangat ketakutan, begitu banyak aset perusahaannya, masakan itu semua harus diwariskan kepada pegawainya yang adalah orang asing. Kemudian Tuhan saat itu memberikan visi kepada Avraham. Tuhan membawa Avraham ke tepi laut, kata Tuhan:”Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya”. Maka firmanNya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu”. Lalu Avram meyakini apa kata Tuhan, dan Tuhan menghitung itu sebagai kebenaran.
Berdasarkan cakupannya, manajemen dibagi menjadi 3 level, (1) Top Level Management, (2) Middle Level Management, dan (3) Low Level Management. Perumusan visi berada di dalam manajemen level paling atas. Perusahaan skala besar menghabiskan dana lebih daripada 5 Milyar Rupiah untuk menggunakan jasa konsultan manajemen strategik untuk merumuskan visinya. karena merumuskan visi sangat sulit, tulisan ini memberikan poin-poin penting sebagai panduan bagi pemimpin perusahaan:
1.    Visi berasal dari Tuhan. Kondisi jiwa Avraham yang terpuruk di dalam kesedihan, membawanya ke dalam percakapan dengan Tuhan. Tuhan menjawab semua keluh kesah Avraham melalui sebuah asersi, yakni visi bahwa Avraham akan memiliki keturunan seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
2.    Visi tidak memiliki relevansi dengan keadaan masa kini. Kondisi sekarang Avraham tidak memiliki anak, karena istrinya sudah tua dan mandul. Namun, visi yang Tuhan berikan bertentangan dengan kondisi saat itu.
3.    Visi dicapai dengan keyakinan. Meski kondisi saat itu sangat bertentangan dengan visinya, Avraham menaruh keyakinannya kepada Tuhan, dan Tuhan menghitung itu sebagai kebenaran. Ada perbedaan antara yakin dan percaya berdasarkan kadarnya. Yakin adalah percaya 100%, sedangkan percaya belum tentu 100%. Yakin bersifat teguh dan kokoh tidak bisa digoyahkan, namun percaya bisa saja digoyahkan, karena percaya bersifat lemah. Yakin padanan katanya dalam bahasa inggris believe. Meski di dalam terjemahan ITB, kata yang digunakan adalah percaya, tapi di dalam versi KJV, kata yang digunakan adalah believe.
4.    Visi terwujud dalam masa yang sangat panjang, biasanya 10 sampai 30 tahun. Rentang waktu antara Avram menerima visi dari Tuhan, sampai visi itu terwujud, yakni kelahiran Ishak, sekitar 30 tahun.
5.    Visi tidak pernah berubah. Tujuan perusahaan mungkin berubah dari tahun ke tahun. tapi visi tidak pernah berubah, sampai ia terwujud.

Umat Israel hidup di Mesir sebagai orang asing. Mereka dijajah dan menjadi budak bagi pemerintah Mesir yang dipimpin oleh Pharaoh selama hampir empat ratus tahun. Mereka menjalani kerja paksa untuk membangun infrastruktur Mesir dan permukiman bagi Pharaoh dan keluarganya. Mereka ditindas dengan sangat kejam, seperti kerja lembur tanpa kompensasi, makanan tidak memenuhi gizi, dan tindakan kejam seperti hukuman fisik bagi yang melawan perintah pemerintahan Pharaoh. Mereka berteriak kepada Tuhan, sehingga Tuhan mendengar jeritan mereka dari tempatNya yang maha tinggi. Suatu hari Moshe di gunung horeb, Tuhan menampakkan diri kepadanya: “Akulah Allah ayahmu, Allah Avraham, Yishak, dan Allah Yaacov. Lalu Moshe menutupi mukanya, sebab dia takut memandang Allah. Dan Tuhan berfirman:”Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umatKu di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.” Akibat visi yang diterima Moshe dari Tuhan, Pharaoh menindas umat Israel dua kali lipat lebih kejam. Mereka disiksa dengan pekerjaan lebih berat dan jatah makanan yang dikurangi. Umat Israel berteriak lebih kencang memaki Tuhan. Tuhan dengan tanganNya yang kuat dan lenganNya yang teracung menghukum Pharaoh dengan sepuluh pukulan, sampai pada akhirnya Pharaoh mengusir umat Israel untuk segera pergi meninggalkan Mesir. Kemudian umat Israel yang saat itu jumlahnya sangat banyak, pria wanita, anak-anak, juga segala ternak dan emas perak mereka keluar dari Mesir dan berjalan ke arah laut Teberau. Mereka berkemah di tepi laut Teberau. Tuhan mengeraskan untuk terakhir kalinya hati Pharaoh. “Adapun orang Mesir, segala kuda dan kereta Firaun, orang-orang berkuda dan pasukannya, mengejar mereka dan mencapai mereka pada waktu mereka berkemah di tepi laut, dekat Pi-Hahirot di depan Baal-Zefon.” Perjalanan umat Israel di langkah pertama dalam mencapai visi mereka, mereka menghadapi jalan buntu, yakni laut teberau terlebih lagi di belakang mereka pasukan khusus Mesir mengejar mereka. Singkatnya, perjalanan umat Israel selama empat puluh tahun menuju visi diwarnai dengan sejuta peristiwa, baik muzizat Tuhan maupun murka Tuhan. Berikut adalah poin-poin yang diambil penulis untuk mendapatkan makna visi:
1.    Visi berasal dari Tuhan. Moshe menerima visi dari Tuhan, setelah umat Israel mengungkapkan jeritan tangis dalam jiwa mereka kepada Tuhan melalui percakapan batin umat Israel dengan Tuhan, Allah Avraham, Allah Yishak, dan Allah Yaacov.
2.    Visi tidak memiliki relevansi dengan kondisi saat ini. Alih-alih umat Israel bahagia setelah menerima visi, mereka ditindas dua kali lebih kejam oleh Pharaoh dengan tambahan pekerjaan dan pengurangan makanan.
3.    Visi dicapai dengan keyakinan. Moshe adalah seorang pilihan Tuhan untuk memimpin umat Israel mencapai visi mereka. Moshe memiliki keyakinan 100% bahwa Tuhan menemuinya di gunung Horeb, dan visi ini pasti dapat dicapai. Terbukti dengan berkali-kali Moshe menghadap Pharaoh untuk memohon permohonan agar umat Israel bisa keluar dari Mesir, meski Pharaoh selalu menolak permohonan Moshe, tapi keyakinan Moshe tidak pernah goyah.
4.    Visi terwujud dalam masa yang sangat panjang, biasanya 10 sampai 30 tahun. Untuk mencapai visi tersebut, waktu yang diperlukan bahkan empat puluh tahun. meskipun, seharusnya waktu empat puluh tahun tersebut bisa lebih singkat, hal ini terjadi karena beberapa kali pembangkangan dilakukan oleh umat Israel dengan menyembah berhala.
5.    Visi bisa diteruskan kepada keturunan kita. Pada akhirnya, bahkan Moshe pun berdosa di mata Tuhan, sehingga Moshe dan umat Israel angkatan itu tidak mewujudkan visi mereka, melainkan anak-anak merekalah yang mewujudkan visi mereka.
6.    Visi tidak pernah berubah. Meski begitu banyak tantangan yang menggembleng batin umat Israel selama empat puluh tahun di padang gurun, visi tidak akan pernah berubah. Mereka menghadapi tantangan demi tantangan, terlepas dari kesuksesan dan kegagalan mereka menghadapi tantangan demi tantangan di tengah perjalanan mereka menuju visi, visi tetap tidak pernah berubah.

Yosef adalah anak kesayangan Yaacov. Dia seorang laki-laki yang sangat tampan dan berperawakan atletis. Yosef selalu mendapat perlakuan spesial dari ayahnya. Hal ini yang membuat hati saudaranya iri kepadanya. Yaacov selalu mengajarkan ilmu keTuhanan kepada anak kesayangannya, anak sulungnya, jika dilihat dari cintanya Yaacov kepada istrinya, Rahel. Di hati Yaacov hanya ada Rahel, sehingga Yaacov memandang Yosef adalah anak sulungnya, anak sulung dari istri yang sangat dicintainya. Ilmu keTuhanan yang diajarkan oleh Yaacov kepada Yosef membuat Yosef memiliki hubungan erat dengan Tuhan, Allah ayahnya. Suatu hari Tuhan memberi Yosef visi, yakni menjadi orang No. 1 di antara semua keluarganya. Visi ini sangat mengusik hati dan pikiran Yosef, sehingga dia tidak mampu untuk menyembunyikan visi itu, dia menceritakan tentang visi itu kepada ayahnya, ibunya, dan saudaranya. Berikut bisa didapatkan poin mengenai makna visi:
1.    Visi berasal dari Tuhan. Kedekatan Yosef kepada Tuhan melebihi saudaranya, sehingga Tuhan memberikan visi kepada Yosef, untuk menjadi orang No.1 di keluarganya.
2.    Visi tidak memiliki relevansi dengan kondisi saat ini. Alih-alih Yosef mendapat perlakuan spesial setelah dia menerima visi, dia malah lebih dibenci lagi oleh saudaranya, dan terlaksanalah rencana saudaranya untuk menyingkirkannya. Dia menjadi budak di negeri asing, dengan budaya yang berbeda, dengan bahasa yang berbeda, dan dia dipisahkan oleh jarak dengan ayahnya. Di puncak penderitaannya, Yosef dipenjara karena dia difitnah oleh istri Potifar. Semua penderitaan yang dijalaninya sangat bertentangan dengan visinya.
3.    Visi dicapai dengan keyakinan. Mengapa Yosef tidak melarikan diri? Mengapa Yosef tidak melakukan perlawanan? Mengapa Yosef tidak melakukan perencanaan untuk bekerja di Mesir suatu masa sampai uangnya terkumpul dan bisa pulang ke negeri ayahnya? Karena Yosef yakin 100%, Mesir inilah tempat dimana visinya terwujud.
4.    Visi yang berasal dari Tuhan pasti terwujud. Saudara mereka sangat membenci Yosef, sehingga mereka merencanakan pembunuhan Yosef. Namun, perencanaan pembunuhan tersebut tidak terlaksana, nyawa Yosef dilindungi Tuhan, sehingga Yosef tetap hidup, bahkan dia dibuang ke dalam sumur dalam keadaan sehat walafiat.
5.    Visi terwujud dalam masa yang sangat panjang, biasanya 10 sampai 30 tahun. Yosef menerima visi pada saat usianya 13-15 tahun. Dia menjadi orang No.1 di Mesir pada usia sekitar 35-40 tahun. Yosef memerlukan waktu 20 tahun untuk mewujudkan visi tersebut.
6.    Visi tidak pernah berubah. Penderitaan pertama, Yosef menjadi orang asing di negeri yang dia tidak tahu budaya dan bahasanya, kedua, Yosef yang berasal dari anak orang kaya dengan pakaian termahal, sekarang menjadi pembantu rumah tangga, ketiga, Yosef harus mendekam di penjara oleh karena fitnah istri Potifar. Semua penderitaan Yosef tidak membuatnya lari dari Mesir, karena keluar dari Mesir membatalkan visinya.

Insight for business:
PT Megadata Solusi Integrasi memiliki visi, “To become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia”. Kenyataannya, lingkungan bisnis saat ini sedang dihantam badai ekonomi, akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika melonjak naik, sehingga menurunkan penjualan bagi PT Megadata Solusi Integrasi. Akibatnya, Megadata harus berkompetisi ketat dengan perusahaan sejenis untuk memperebutkan pangsa pasar yang semakin mengecil. Suatu kondisi yang sangat bertentangan dengan visi, tapi visi tersebut harus terwujud, apapun bagaimanapun walaupun. Pemimpin Megadata hanya perlu untuk bertahan hidup menghadapi semua rintangan dan jalan “buntu” yang ada di depan Megadata. Sekalipun Megadata diperhadapkan laut teberau, Megadata harus menyeberangi laut tersebut untuk menuju visi.
1.    Visi “To Become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia“ berasal dari Tuhan.
2.    Visi ”To Become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia“ tersebut tidak memiliki relevansi dengan kondisi saat ini. Meskipun Megadata sedang dihantam badai saat ini, Megadata akan bertahan hidup dan berfokus untuk mengarah kepada perwujudan visinya.
3.    Visi “To Become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia” hanya bisa dicapai apabila pemimpin Megadata memiliki keyakinan 100% terhadap keterwujudan visi tersebut.
4.    Visi “To Become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia” akan terwujud dalam masa yang sangat panjang. Pemimpin Megadata memerlukan tidak mungkin dalam setahun, dua tahun, ataupun lima tahun untuk mencapai visi tersebut. Pemimpin Megadata hanya perlu bersabar dan tetap konsisten berfokus pada pencapaian visi tersebut.
5.    Visi “To Become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia” tidak pernah berubah. Meskipun lingkungan bisnis yang di dalamnya Megadata beroperasi selalu berubah pesat, tapi visi tidak pernah berubah oleh karena perubahan strategi bisnis Megadata. Tantangan eksternal selalu datang silih berganti, tapi tantangan tidak menyebabkan perubahan visi.
6.    Visi “To Become the number one company which providing the best IS and IT Solution in Indonesia” mungkin diteruskan kepada generasi berikutnya Megadata. Karena visi memerlukan waktu sangat lama untuk terwujud, visi tersebut mungkin baru terwujud saat kepemimpinan sudah beralih kepada generasi selanjutnya.

Referensi:
1.    Torah
  2.  Talmud