Keseimbangan dalam bahasa Inggris 'balance", merupakan terminologi melekat pada dunia Akuntansi, khususnya Akuntansi Keuangan. Di dalam menyusun laporan keuangan, Akuntan mengacu pada dasar persamaan akuntansi, yaitu Asset = Kewajiban + Modal. Berdasarkan persamaan tersebut, semua transaksi keuangan dilaporkan berdasarkan format keseimbangan: sebelah kiri disebut debet, dan sebelah kanan disebut kredit. Setiap transaksi harus melibatkan ketiga unsur tersebut, dan haruslah balance sebelah kiri dan kanan. Pada akhirnya pencatatan transaksi yang disebut jurnal itu masuk ke dalam buku besar (ledger). Ledger ini dipersiapkan menjadi laporan keuangan dengan membuat Trial Balance. Namanya saja trial balance, memang ini adalah neraca percobaan, untuk menguji apakah semua transaksi yang sudah di posting ke buku besar benar pencatatannya, meskipun seimbang belum tentu menjamin semua jurnal benar pencatatannya. Singkat cerita neraca percobaan tersebut, setelah dilakukan penyesuaian, disiapkan untuk menjadi sebuah Neraca (Balanced Sheet). Dari sekilas dan tersirat siklus akuntansi tersebut, kita menemukan betapa sering terminologi 'balance' digunakan. Terlebih lagi di dalam jurnalisasi saja, Akuntan sering menghadapi masalah, yaitu ketidakseimbangan, kata kunci yang melegakan para akuntan atau mahasiswa jurusan akuntansi yang sedang praktikum adalah terminologi 'balance', kata 'balance' ini serasa melegakan hati mereka, menyegarkan jiwa mereka, memuasi hasil jerih payah mereka di dalam jurnalisasi dan posting.
Di dalam kehidupan sehari-hari pun, ternyata seimbang itu susah, Senin sampai dengan Jumat kita bekerja, apalagi bagi mereka yang bekerja sambil kuliah, apakah mereka menyediakan waktu yang sesuai dan rutin untuk beribadah, bekerja, belajar, berolahraga, berpacaran, dan bermain. Apakah banyak orang menempatkannya dengan seimbang? Padahal menurut Akuntansi, jika komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah.
Pun dengan pola makan, apakah kebanyakan orang selalu makan dengan seimbang, proporsi karbohidrat, protein nabati, protein hewani, serat, dan mineral yang seimbang? Apakah kita menyeimbangkan proporsi makanan kita? Padahal menurut Akuntansi, jika komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah.
Dalam kehidupan sosial, sudahkan kita seimbang menempatkan diri kita berbagi dan menerima? atau jangan-jangan Tuhan bilang, " kamu terlalu banyak menerima, tapi tidak pernah memberi". Atau mungkin kita terlalu banyak menghabiskan keserharian sendiri, melupakan keluarga, rekan kantor, teman kuliah, tetangga, masyarakat, bangsa, dan negara. Apakah kita menyeimbangkan ini semua? padahal menurut Akuntansi, kalau komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah.
Berdasarkan aspek materi, manusia adalah makhluk ekonomi sekaligus makhluk sosial. Berdasarkan aspek jiwa, manusia adalah makhluk pribadi dan makhluk sosial. Berdasarkan aspek rohani, manusia memerlukan Tuhan di dalam hidupnya, sekaligus manusia tidak pernah lepas dari sesamanya. Apakah kita menyeimbangkan ini semua? padahal menurut Akuntansi, kalau komponen tersebut tidak seimbang, hasilnya pasti salah, laporan keuangan tidak valid alias error.
Seorang teman pernah menasihati, "Vir, jadi orang harus flexible, seperti karet, jangan kaku, jika hidup di dalam masyarakat". Berdasarkan pengalaman hidupku sampai aku menulis blog ini, aku mengiyakan nasihat tersebut. Tapi adakah batasannya? Apakah jika suatu saat aku bertemu teman homosex, aku bersikap flexible, aku harus beradaptasi dan menjadi serupa dengannya? atau misalkan suatu saat aku bertemu teman menganut paham atheis, aku harus beradaptasi dan mengadopsi keyakinannya? Berarti kan tentu saja flexible dan rigid ada batasannya, ada porsinya kapan atau pada area mana aku harus flexible, dan pada batasan apa aku harus rigid. Flexible dan rigid ini harus seimbang, karena menurut Akuntansi, kalau komponen tidak seimbang, maka hasilnya pasti salah.
Untuk menentukan seimbang atau tidak, setiap komponen tersebut harus dikaji keterkaitannya satu dengan yang lain, sehingga kita bisa membuat persamaan. Persamaan tersebut adalah parameter kita dalam menyeimbangkan komponen-komponen di dalam segala aspek dalam hidup kita sehari-hari. Salam.
Jumat, 09 Maret 2012
Sabtu, 18 Februari 2012
Filsafat Akuntansi
Akuntansi, menurut pengalaman saya belajar dan berkecimpung di dalamnya, adalah pengetahuan dan keterampilan di dalam merekayasa transaksi keuangan di dalam pelaporan keuangan menjadi laporan keuangan yang bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan (stakeholder). Terlebih daripada itu, di dalam pelaporan keuangan, Akuntansi mengandung sebuah filsafat yang bermakna di dalam meningkatkan mutu hidup. Berikut adalah sedikit kupasan saya.
Basic Equation (Persamaan Dasar) adalah Harta = Kewajiban (Hutang) + Ekuitas(Modal). Harta adalah modal kerja yang kita miliki, sedangkan Kewajiban sumbernya yang kita dapatkan dari eksternal dan Ekuitas adalah sumbernya yang kita dapat dari diri kita sendiri. Jangan lupa bahwa talenta, kemampuan, sumber daya yang kita miliki di dalam berproduksi itu tidak semuanya milik kita sendiri, ada juga dukungan dari orang lain. Kita perlu menyeimbangkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan publik, sehingga kita tidak egoistik tapi juga tidak terlalu humanistik, kita punya kepentingan pribadi, kita juga hidup di dalam lingkungan sosial. Intinya adalah keseimbangan. Berprestasi, menghasilkan kinerja bukanlah untuk kepentingan kita sendiri, tapi juga kita menyumbangsihkannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Basic Equation bukanlah fungsi matematis yang mana urutannya dapat diubah. Harta = Kewajiban + Ekuitas tidak bisa diubah menjadi Harta = Ekuitas + Kewajiban, karena Kewajiban di posisi pertama merepresentasikan bahwa claim to creditor merupakan prioritas saat likuidasi perusahaan. Hutang adalah komitmenmu untuk membayar kembali di masa depan atas manfaat yang dinikmati masa kini. Kewajiban ini menggambarkan betapa Akuntansi mengajarkan kita untuk bertanggung jawab kepada orang lain yang telah memberikan kepercayaan untuk menambah atau mendukung modal kerja kita.
Going Concern (Keberlangsungan hidup). Tidak ada insan atau organisasi yang merencanakan hidupnya untuk beberapa waktu saja, kecuali proyek. Manusia dan organisasi merencanakan hidupnya untuk terus hidup, oleh karena itu mereka merumuskan visi untuk menjawab pertanyaan, 'Mau jadi apa nanti?' Kesadaran keberlangsungan hidup ini merefleksi kita untuk terus melakukan kreasi dan inovasi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil.
Matching Principle (Prinsip Kecocokan). Prinsip ini menekankan keberpautan antara biaya dan pendapatan atau pengorbanan dan hasil. Prinsip ini mengajarkan bahwa pengorbanan mendahului hasil. Di dalam hidup usaha membuahkan hasil dan mereka berpaut satu sama lain di dalam satu perioda waktu.
Economic Entity (Kesatuan Ekonomik). Prinsip ini mengajarkan di dalam berbisnis ada pemisahan antara bisnis dan konsumsi pribadi. Pemisahan antara kehidupan personalitas dengan profesionalitas.
Cost Behavior (Perilaku Kos). Secara umum, berdasarkan spontanitas perubahan kos terhadap kuantitas produksi, Kos dibedakan menjadi Fixed (tetap) dan Variabel. Di dalam hidup kita sering menemukan komponen di dalam diri kita, ada yang bisa dan perlu kita ubah, tapi ada yang tidak perlu kita ubah, yaitu watak kita yang sudah terbentuk melalui genetik, tapi karakter selalu kita ubah, pertumbuhan jiwa selalu kita percepat.
Substance over Form (Substansi mengalahkan bentuk). Prinsip ini di dalam akuntansi mengajarkan bahwa substansi ekonomik itu yang digambarkan di dalam laporan keuangan alih-alih bentuk legalnya. Sebagai contoh, rumah yang Sahabat tempati secara legal adalah milik orang tua sahabat, tapi secara substansi Sahabat memiliki akses dan pengendalian penuh terhadap rumah tersebut, sehingga saya mengatakan bahwa rumah tersebut adalah milik Sahabat.
Ratio Analysis merupakan alat konvensional yang selalui digunakan untuk menelaah laporan keuangan, karena setiap elemen di dalam laporan keuangan tidak berarti tanpa dihubungkan ke elemen lain dengan menggunakan ratio. Kita tiada arti tanpa orang di sekeliling kita, kita tidak bisa berhasil tanpa rekan kerja kita.
...(bersambung)
Substance over Form (Substansi mengalahkan bentuk). Prinsip ini di dalam akuntansi mengajarkan bahwa substansi ekonomik itu yang digambarkan di dalam laporan keuangan alih-alih bentuk legalnya. Sebagai contoh, rumah yang Sahabat tempati secara legal adalah milik orang tua sahabat, tapi secara substansi Sahabat memiliki akses dan pengendalian penuh terhadap rumah tersebut, sehingga saya mengatakan bahwa rumah tersebut adalah milik Sahabat.
Ratio Analysis merupakan alat konvensional yang selalui digunakan untuk menelaah laporan keuangan, karena setiap elemen di dalam laporan keuangan tidak berarti tanpa dihubungkan ke elemen lain dengan menggunakan ratio. Kita tiada arti tanpa orang di sekeliling kita, kita tidak bisa berhasil tanpa rekan kerja kita.
...(bersambung)
Universitas Pendidikan vs Universitas Keterampilan
Apa kabar para Sahabat akademika junior, melalui tulisan ini saya memberikan pandangan saya bahwa ternyata ada perbedaan pendekatan di dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di negara kita, yang notabene mengatasnamakan perguruan tingginya dengan nama 'universitas'. Para sahabat tahu negara kita punya kementerian Pendidikan bukan Keterampilan, para Sahabat juga tahu sejak dulu kita di bangku SD sampai SMA dididik bukan dilatih, meskipun sebagian kecil sekali ada kurikulum berbasis keterampilan yang kita pelajari.
Di Amerika Serikat atau Israel, perguruan tinggi mereka dibagi menjadi dua, (1) university dan (2) college. Perbedaannya terletak pada pendekatan dalam proses pembelajaran. University berbasiskan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan college sistem pendidikannya berbasiskan keterampilan. Dengan kata lain, mahasiswa college diarahkan untuk menjadi lulusan yang memiliki keterampilan spesifik agar mahasiswa siap dipekerjakan di perusahaan-perusahaan. Beberapa ciri-ciri utama universitas adalah setiap cabang ilmu atau program studi memiliki jenjang lengkap dari strata satu sampai strata tiga, lebih dari 20% dosennya adalah profesor, dan lebih dari 70% dosennya adalah doktor. Sebaliknya untuk college.
Sayangnya di Indonesia pendidikan berbasiskan keterampilan pun mengatasnamakan universitas. Tapi justru universitas yang berbasiskan keterampilan ini yang dalam satu dekade terakhir berkembang sangat pesat. Mengapa berkembang? karena mahasiswanya (customers) banyak. Mengapa mahasiswanya banyak? Karena berdasarkan fakta yang ada, para lulusannya sangat "laku" di pasar tenaga kerja. Berikut saya sebutkan kepada para sahabat akademika junior universitas yang saya maksud dengan universitas keterampilan, seperti Universitas Tarumanagara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Presiden, dan masih banyak lagi universitas swasta. Sedangkan contoh beberapa universitas pendidikan adalah Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Saya menyebutkan secara terus terang beberapa universitas yang saya kelompokkan ke dalam universitas pendidikan dan universitas keterampilan agar para sahabat akademika junior dapat mempertimbangkan pendidikan tinggi apa yang akan Sahabat pilih saat ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi.
Pendekatan menurut saya sama saja dengan strategi, strategi adalah metoda atau teknik atau cara jitu yang diterapkan untuk mencapai tujuan yang kita sudah formulasikan. Dengan demikian, perbedaan tujuan pasti strategi yang diterapkan berbeda. Apa tujuan universitas pendidikan? Universitas pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan pemikiran mahasiswanya agar para mahasiswa, setelah mereka lulus, menjadi insan yang bermutu di dalam hidup mereka sendiri, dalam lingkup keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Strategi apa yang dilakukan? Universitas menuangkan strategi itu ke dalam kurikulum. Sahabat bisa secara langsung membandingkan kurikulum program studi universitas pendidikan dan universitas keterampilan langsung pada website mereka. Universitas pendidikan mendidik mahasiswa untuk memiliki karakter, jiwa, dan rohani yang mapan. Sebagai contoh, SBM ITB memasukkan kegiatan studi ke daerah terpencil bagi mahasiswanya agar mereka memiliki kepekaan sosial kepada mereka yang termarjinalkan. Pertanyaannya, adakah secara langsung hubungan antara kegiatan ini dengan bidang manajamen? tentu saja ada tapi sangat tidak secara langsung. Berbeda dengan jurusan Manajemen pada universitas keterampilan yang kurikulumnya banyak berisi pelatihan-pelatihan penggunaan alat-alat yang kontemporer yang saat ini sering digunakan oleh perusahaan, dengan maksud agar mereka setelah lulus siap dipekerjakan di perusahaan-perusahaan.
Universitas Keterampilan memiliki tujuan, yaitu mahasiswanya setelah lulus, laku laris manis di dunia kerja. Oleh karena itu strateginya adalah menuangkan kegiatan-kegiatan pelatihan yang sifatnya spesifik ke dalam kurikulumnya. Sebagai contoh, program studi Akuntansi di Universitas Tarumanagara memasukkan banyak praktikum sebagai pendamping mata kuliah utama, misalkan mata kuliah Akuntansi Pengantar disertai dengan Praktikum Akuntansi Pengantar, Akuntansi Keuangan Lanjutan disertai dengan Praktikum Akuntansi Keuangan, Audit disertai dengan Praktikum Audit. Berbeda dengan jurusan sejenis pada Universitas Gadjah Mada yang setiap mata kuliah hanya diampu oleh dosen tanpa ada praktikum pendukung. Namun, selama kuliah, mahasiswa dibekali dengan kekuatan konsep atas kuliah yang diberikan. Hasilnya, fakta membuktikan sarjana Akuntansi Universitas Tarumanagara lebih laris manis di dunia kerja daripada sarjana Akuntansi Universitas Gadjah Mada, yang lulusannya banyak berdiam di zona aman dan nyaman, yaitu institusi pemerintahan. Di Universitas pendidikan mahasiswa dituntut dengan pakaian rapi kemeja atau kaos berkerah, celana panjang dan sepatu di lingkungan kampus, berbeda dengan universitas keterampilan yang mahasiswanya kuliah dengan menggunakan kaos tanpa kerah, memakai anting, bertato, dan lain-lain.
Pendidikan adalah pembangunan jiwa dan rohani insani. Sedangkan keterampilan adalah pelengkap insan yang terdidik, oleh karena itu saran saya kepada para sahabat akademika junior silakan sahabat kuliah di universitas pendidikan, setelah itu para sahabat siap untuk mendapatkan keterampilan di dunia kerja. Di bangku kuliah itu adalah saatnya sahabat menikmati pendidikan, yang didalamnya sahabat menumbuhkembangkan jiwa dan rohanimu untuk bekal peningkatan mutu hidupmu. Keterampilan bisa menyusul. Silakan berikan komen dan pertanyaan apabila Sahabat junior ingin informasi lebih jelas.
Minggu, 22 Januari 2012
Sekadar Berbagi Pengetahuan
Sharing Knowledge
Berikut ini saya ingin memberikan sedikit pandangan kepada sahabat-sahabat S2 2011 term 3, Pandangan ini tidaklah absolut benar, tapi setidaknya pandangan ini berdasarkan knowledge yang saya dapatkan dari pengalaman saya belajar di kampus S1 dulu. Pengertian atau penjelasan atas poin-poin ini bisa saja berbeda apabila sahabat-sahabat memliki pengalaman yang berbeda secara signifikan dengan saya.
1. Apa itu efisien?
2. Apa itu Efektif?
3. Apa beda ouput dan outcome?
4. Penggunaan kata 'Absensi' yang sering kita sebut selama ini menurut saya kurang tepat penggunaannya
5. Penggunaan kata 'Jurnal' yang sering kita sebut dan maksud selama ini menurut saya kurang tepat
6. perlunya kita hati-hati dengan kaidah pembentukan frasa D M dalam bahasa kita,atau M D dalam bahasa Inggris
7. Perbedaan antara pendekatan pendidikan universitas negeri level 1, seperti ITB, UGM, dan ITS dan universitas swasta terkemuka, seperti Tarumanagara, Trisakti, dan Binus
8. Penggunaan kata 'laba' alih-alih 'untung'
9. Pentingnya berbahasa Indonesia yang benar dan baik di dalam interaksi kelas
10. Kata 'efektifitas' yang tidak baku.
11. Perbedaan pemicu dan pemacu
12. Penggunaan kata 'Ekonomi' pada 'Fakultas Ekonomi'
Pandangan:
1. Efisien adalah rasio input dan output. Kinerja perusahaan dikatakan efisien apabila menggunakan seminimal mungkin resource untuk menghasilkan produk/services semaksimal mungkin. Resource, seperti modal kerja, man power, dan peralatan lain yang mendukung.
2. Efektif adalah rasio target dan output. Kinerja perusahaan dikatakan efektif apabila perusahaan menghasilkan produk/services yang paling mendekati atau sama dengan target.
3. Output adalah hasil dari proses, sedangkan outcome adalah dampak output. Proyek JORR W 2, outputnya adalah jalan Tol; sedangkan outcomenya adalah terjadinya peningkatan ekonomi di dalam industri perusahaan kargo, peningkatan produktivitas perusahaan di Jakarta, karena pegawai merasakan kenyamanan di dalam perjalanan menuju kantor dengan suasana lalu-lintas yang lancar.
4. Absensi adalah lawan dari Presensi. Penggunaannya tidak tepat karena kita yang hadir kuliah melakukan tanda tangan pada selembar kertas tersebut, sehingga saya menyebutnya daftar hadir (daftar presensi).
5. Jurnal adalah kata lain dari majalah, yang artinya kumpulan artikel-artikel atau kumpulan topik-topik. Artikel atau paper atau karya tulis, dalam konteks ilmiah, adalah ide atau gagasan yang ditulis dalam standar ilmiah untuk kepentingan di lingkungan akademik. Mungkin kata paper atau karya tulis atau artikel lebih tepat untuk kita gunakan. Artikel Virdy, Karya tulis mas Karyadi, Paper mas Deni, dan tulisan kita semua yang memiliki topik sejenis akan dikumpulkan menjadi sebuah jurnal.
6. Jurnal dari Artikel, Artikel dari Paragraf, Paragraf dari Kalimat, Kalimat dari Klausa, Klausa dari Frasa, Frasa dari Kata, Kata dari huruf. Frasa adalah susunan beberapa kata yang memiliki arti. Susunan tersebut memiliki kaidah, yaitu Diterangkan Menerangkan dalam bahasa Indonesia dan Menerangkan Diterangkan dalam bahasa Inggris. Di dalam kegiatan belajar-mengajar kita akan sering menemui misalkan Process Management dan Management Process; Object Cost dan Cost Object; Business Environment dan Environment Business, dan lain-lain. Dengan memahami secara benar kaidah DM dan MD kita bisa membedakannya dengan mudah. Process Management berkaitan dengan tema TQM (Total Quality Management, dan Supply Chain Management), sedangkan Management Process adalah tahapan-tahapan Management, (Mulyadi) 1. Perumusan Strategi, (2) Perencanaan Strategik, (3) Penyusunan Program, (4) Penyusunan Anggaran, (5) Implementasi, dan (6) Pemantauan.
7. Berdasarkan pengalaman saya, saya kuliah di program sarjana jurusan Akuntansi, tapi saya tidak pernah diberikan pelajaran menggunakan software akuntansi apapun, baik yang terkenal, seperti Myob, Accurate,dll maupun yang tidak terkenal. Beberapa kali saya bertukar pengalaman dengan banyak teman lulusan Tarumanagara, mereka banyak belajar menggunakan software aplikasi selama mereka kuliah, juga banyak pelatihan, seperi pelatihan di pasar modal, dan lain-lain. Sekadar informasi, untuk posisi Akuntansi di kebanyakan perusahaan swasta di Jakarta, pasti ada lulusan Tarumanagara, saya hampir membuktikannya. Inilah simpulan sementara saya, berdasarkan pengalaman saya dan berdasarkan informasi yang saya dapat di universitas Tarumanagara, yang saya dengar program studi akuntansi berakreditasi setara dengan UI. Kuliah akuntansi di UGM memang tidak pernah mengajarkan saya penggunaan software aplikasi akuntansi dan keterampilan lainnya, tapi saya dibekali dengan pemahaman konsep yang kuat atas sistem akuntansi, sehingga saat bekerja saya bisa belajar secara cepat Myob, Accurate atau softaware akuntansi apapun. Software akuntansi adalah alat, sedangkan alat tersebut diciptakan oleh orang yang memahami betul sistem akuntansi. Pertanyaannya, apakah mereka yang mengerahkan dan mengarahkan sumber dayanya ke arah pendekatan praktis tidak benar? tentu saja tidak. Setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sebulan lalu, saya menghabiskan satu dua jam untuk melihat dan mempelajari kurikulum SBM ITB (Sekolah Bisnis dan Manajemen), alangkah terkagumnya saya melihat kurikulum yang sangat umum, sangat tidak mengerucut secara spesifik ke arah penggunaan aplikasi atau alat-alat tertentu, tapi justru kurikulum itu ke arah pembentukan pola pikir, karakter, dan rohani yang menjadikan lulusannya bukan menggunakan alat tapi menciptakan alat. Tidak berbeda juga dengan ITS. Namun, pendekatan yang dilakukan oleh universitas negeri level 1 ini mempunyai kelemahan. Asumsi lulusan adalah bukan seorang anak pengusaha, yang tentunya masih melamar kerja, mereka yang IPK nya antara 2,5 - 2,75 akan sulit untuk mendapatkan pekerjaan, karena perusahaan-perusahaan yang biasa merekrut lulusan mereka, seperti Unilever, Astra, P&G, dll hanya menerima lulusan yang IPK 3,25 ke atas yang diposisikan sebagai management trainee (calon bos). Sedangkan perusahaan menengah ke bawah tentunya mencari lulusan yang memiliki keterampilan menggunakan Myob atau software akuntansi lainnya, karena mereka membutuhkan posisi operasional, bukan management trainee yang akan dikaderisasi. Kalau demikian, alangkah baiknya mereka yang lulusan Akuntansi Tarumanagara yang peluang kerjanya sangat besar di perusahaan swasta di Jakarta, dengan pertimbangan semakin cepat lulus, semakin cepat dapat kerja, semakin banyak pengalaman, dan tentunya pengalaman tersebut menjadi nilai bagi peningkatan karirnya. setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sekiranya pandangan saya mengenai ini memberikan nilai bagi teman-teman.
8. Laba adalah padanan kata profit. Sedangkan untung dapat diartikan mujur, Dari kata tersebut kita bisa melihat konsep bahwa profit dihasilkan melalui enam tahap management process, yang tentunya melibatkan pengerahan dan pengarahan sumber daya yang besar. Sedangkan untung atau mujur adalah kejadian yang tidak direncanakan. Sebagai contoh, perusahaan mempunyai aset tetap kendaraan Kijang tahun 2002 yang bernilai buku 80jt, tiba-tiba, pada tahun 2012, terjadi kenaikan harga besi dunia, sehingga mobil kijangbaru naik 30%, kenaikan harga mobil Kijang baru memberi dampak pada kenaikan harga Kijang bekas, sehingga berdasarkan hasil perusahaan jasa penilai, mobil Kijang perusahaan harganya naik menjadi 90jt. Nah kelebihan inilah yang disebut untung, padanan kata dalam bahasa Inggris gain.
9. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar dan baik adalah hal mutlak selama saya kuliah di program S1. Kenapa? karena bahasa itu penting. Kenapa bahasa itu penting? Karena bahasa adalah alat berpikir. Bahasa itu berasal dari setiap kata, yang mana setiap kata tersebut merupakan hasil pemikiran kita, sehingga terbentuklah sebuah konsep, yang nantinya konsep ini juga akan didefinisikan melalui kata-kata.
10.Kata 'efektifitas' bisa dikatakan tidak tepat, karena melanggar konsistensi bahasa. Akhiran -tas adalah sebagai padanan akhiran -ty pada bahasa Inggris, misalkan University, Faculty, Activity,dll. Sedangkan Efektivitas dalam bahasa Inggris Effectiveness. Dengan demikian, kata keefektifan lebih tepat untuk memadankan effectiveness. Misal, Kecantikan sebagai padanan beautifulness.
11. Pemicu bisa dipadankan dengan trigger; sedangkan Pemacu bisa dipadankan dengan driver.
12. Kata 'Ekonomi' dalam frasa 'Fakultas Ekonomi' kurang tepat, karena melanggar prinsip konsistensi bahasa. Ekonomi adalah disiplin ilmu yang diserap dari kata Economics, yang dalam bahasa Inggris berakhiran -cs dan diserap di dalam bahasa Indonesia dengan akhiran -ka. Sebagai contoh; Informatics menjadi Informatika, Matchematics menjadi Matematika, Statistics menjadi Statistika, maka Economics menjadi Ekonomika. Dengan demikian, Faculty of Economics di padankan secara tepat menjadi Fakultas Ekonomika.
Sabtu, 14 Januari 2012
Kemitraan dengan Tuhan
Abstrak
Perusahaan sekarang hidup di dalam ekonomi pengetahuan (knowledge economy). Ekonomi pengetahuan adalah lingkungan bisnis yang di dalamnya pengetahuan merupakan penggerak utama perusahaan dalam memenangkan persaingan. Pengetahuan memberi dampak pervasif dalam perusahaan, sehingga manajemen menerapkan pengetahuan pada orang (people), proses bisnis (business process),produk/jasa (product/services), dan pembelajaran organisasi (organizational learning). Pada umumnya, dalam merancang dan menerapkan sistem pengelolaan pengetahuan (knowledge management system), perusahaan melibatkan perusahaan lain yang berperan sebagai konsultan. Oleh karena itu, peran konsultan menjadi penting, dan membangun perusahaan konsultan adalah sebuah peluang bisnis yang memakmurkan (profitable). Masalahnya, perusahaan konsultan pun bersaing di dalam lingkungan bisnis kekonsultanan (consultancy). Bagaimana perusahaan konsultan X mampu memenangkan persaingan?
Kajian terminologi
Perusahaan adalah sebuah organisasi yang memliki sumber daya, mencakup orang, aset tetap, aset lancar, dan aset tidak berwujud lainnya beserta seluruh perlengkapan yang menunjang kegiatan operasionalnya, yang bertujuan untuk memakmurkan para pemangku kepentingan (stakeholder). Pengelolaan pengetahuan (knowledge management) adalah usaha perusahaan untuk memberdayakan pengetahuan dengan tujuan untuk memenangkan persaingan di dalam ekonomi pengetahuan. Konsultasi adalah jasa sarat pengetahuan. Perusahaan konsultan adalah perusahaan yang kegiatan bisnisnya memberikan jasa sarat pengetahuan, sebagai contoh, konsultasi manajemen strategik, seperti perancangan sistem perencanaan berbasis balanced scorecard, atau perusahaan yang menjual produk aplikasi pendukung kegiatan operasional dan pembuat keputusan strategik berbasis teknologi mutakhir yang menjadi solusi atas kerumitan bisnis.
Permasalahan
Bagaimana perusahaan konsultan memenangkan persaingan? Jasa konsultasi merupakan peluang bisnis yang memakmurkan, tapi lingkungan bisnis konsultasi juga sangat kompetitif, sehingga perusahaan konsultasi harus mengoptimalkan pengelolaan pengetahuannya untuk memenangkan persaingan. Perusahaan konsultasi yang tidak terandalkan (reliable) tidak akan memakmurkan perusahaan konsulti (consultee), sebaliknya perusahaan konsultasi yang terandalkan akan memakmurkan perusahaan konsulti, sehingga perusahaan konsulti akan membagi persentase labanya sebagai insentif oleh karena kepuasan perusahaan konsulti atas jasa konsultasi yang diberikan.
Solusi
Tuhan adalah sumber pengetahuan. Perusahaan konsultan akan menghasilkan jasa sarat pengetahuan dengan membangun kemitraan dengan Tuhan. Sebagai imbalannya, perusahaan konsultan memberikan persepuluhan, yaitu sepuluh persen dari penghasilan kotor yang merupakan hak Tuhan, karena mereka telah menjalin mitra dengan Tuhan yang menjadi konsultan mereka. Konsep ini saya beri nama Jasa Konsultasi bertingkat tiga (Three Tier Consultant Services). Konsep kemitraan inilah yang menjadi dasar mengapa umat Yahudi membayar perpuluhan, karena Tuhan adalah mitra mereka, yaitu sebagai konsultan yang telah memakmurkan perusahaan mereka.
Daftar Acuan
Debowski, Shelda (2006). Knowledge Management. John Wiley & Sons Australia, Ltd. ISBN: 978 0 470 805381
Mulyadi (2009). Balanced-Scorecard-based Integrated Total Business Planning System. Yogyakarta
PureTorah.com
Langganan:
Postingan (Atom)