Sabtu, 18 Februari 2012

Universitas Pendidikan vs Universitas Keterampilan


Apa kabar para Sahabat akademika junior, melalui tulisan ini saya memberikan pandangan saya bahwa ternyata ada perbedaan pendekatan di dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di negara kita, yang notabene mengatasnamakan perguruan tingginya dengan nama 'universitas'. Para sahabat tahu negara kita punya kementerian Pendidikan bukan Keterampilan, para Sahabat juga tahu sejak dulu kita di bangku SD sampai SMA dididik bukan dilatih, meskipun sebagian kecil sekali ada kurikulum berbasis keterampilan yang kita pelajari.
  Di Amerika Serikat atau Israel, perguruan tinggi mereka dibagi menjadi dua, (1) university dan (2) college. Perbedaannya terletak pada pendekatan dalam proses pembelajaran. University berbasiskan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan college sistem pendidikannya berbasiskan keterampilan. Dengan kata lain, mahasiswa college diarahkan untuk menjadi lulusan yang memiliki keterampilan spesifik agar mahasiswa siap dipekerjakan di perusahaan-perusahaan. Beberapa ciri-ciri utama universitas adalah setiap cabang ilmu atau program studi memiliki jenjang lengkap dari strata satu sampai strata tiga, lebih dari 20% dosennya adalah profesor, dan lebih dari 70% dosennya adalah doktor. Sebaliknya untuk college.
Sayangnya di Indonesia pendidikan berbasiskan keterampilan pun mengatasnamakan universitas. Tapi justru universitas yang berbasiskan keterampilan ini yang dalam satu dekade terakhir berkembang sangat pesat. Mengapa berkembang? karena mahasiswanya (customers) banyak. Mengapa mahasiswanya banyak? Karena berdasarkan fakta yang ada, para lulusannya sangat "laku" di pasar tenaga kerja. Berikut saya sebutkan kepada para sahabat akademika junior universitas yang saya maksud dengan universitas keterampilan, seperti Universitas Tarumanagara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Presiden, dan masih banyak lagi universitas swasta. Sedangkan contoh beberapa universitas pendidikan adalah Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Saya menyebutkan secara terus terang beberapa universitas yang saya kelompokkan ke dalam universitas pendidikan dan universitas keterampilan agar para sahabat akademika junior dapat mempertimbangkan pendidikan tinggi apa yang akan Sahabat pilih saat ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi.
Pendekatan menurut saya sama saja dengan strategi, strategi adalah metoda atau teknik atau cara jitu yang diterapkan untuk mencapai tujuan yang kita sudah formulasikan. Dengan demikian, perbedaan tujuan pasti strategi yang diterapkan berbeda. Apa tujuan universitas pendidikan? Universitas pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan pemikiran mahasiswanya agar para mahasiswa, setelah mereka lulus, menjadi insan yang bermutu di dalam hidup mereka sendiri, dalam lingkup keluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Strategi apa yang dilakukan? Universitas menuangkan strategi itu ke dalam kurikulum. Sahabat bisa secara langsung membandingkan kurikulum program studi universitas pendidikan dan universitas keterampilan langsung pada website mereka. Universitas pendidikan mendidik mahasiswa untuk memiliki karakter, jiwa, dan rohani yang mapan. Sebagai contoh, SBM ITB memasukkan kegiatan studi ke daerah terpencil bagi mahasiswanya agar mereka memiliki kepekaan sosial kepada mereka yang termarjinalkan. Pertanyaannya, adakah secara langsung hubungan antara kegiatan ini dengan bidang manajamen? tentu saja ada tapi sangat tidak secara langsung. Berbeda dengan jurusan Manajemen pada universitas keterampilan yang kurikulumnya banyak berisi pelatihan-pelatihan penggunaan alat-alat yang kontemporer yang saat ini sering digunakan oleh perusahaan, dengan maksud agar mereka setelah lulus siap dipekerjakan di perusahaan-perusahaan.
Universitas Keterampilan memiliki tujuan, yaitu mahasiswanya setelah lulus, laku laris manis di dunia kerja. Oleh karena itu strateginya adalah menuangkan kegiatan-kegiatan pelatihan yang sifatnya spesifik ke dalam kurikulumnya. Sebagai contoh, program studi Akuntansi di Universitas Tarumanagara memasukkan banyak praktikum sebagai pendamping mata kuliah utama, misalkan mata kuliah Akuntansi Pengantar disertai dengan Praktikum Akuntansi Pengantar, Akuntansi Keuangan Lanjutan disertai dengan Praktikum Akuntansi Keuangan, Audit disertai dengan Praktikum Audit. Berbeda dengan jurusan sejenis pada Universitas Gadjah Mada yang setiap mata kuliah hanya diampu oleh dosen tanpa ada praktikum pendukung. Namun, selama kuliah, mahasiswa dibekali dengan kekuatan konsep atas kuliah yang diberikan. Hasilnya, fakta membuktikan sarjana Akuntansi Universitas Tarumanagara lebih laris manis di dunia kerja daripada sarjana Akuntansi Universitas Gadjah Mada, yang lulusannya banyak berdiam di zona aman dan nyaman, yaitu institusi pemerintahan. Di Universitas pendidikan mahasiswa dituntut dengan pakaian rapi kemeja atau kaos berkerah, celana panjang dan sepatu di lingkungan kampus, berbeda dengan universitas keterampilan yang mahasiswanya kuliah dengan menggunakan kaos tanpa kerah, memakai anting, bertato, dan lain-lain.
Pendidikan adalah pembangunan jiwa dan rohani insani. Sedangkan keterampilan adalah pelengkap insan yang terdidik, oleh karena itu saran saya kepada para sahabat akademika junior silakan sahabat kuliah di universitas pendidikan, setelah itu para sahabat siap untuk mendapatkan keterampilan di dunia kerja. Di bangku kuliah itu adalah saatnya sahabat menikmati pendidikan, yang didalamnya sahabat menumbuhkembangkan jiwa dan rohanimu untuk bekal peningkatan mutu hidupmu. Keterampilan bisa menyusul. Silakan berikan komen dan pertanyaan apabila Sahabat junior ingin informasi lebih jelas.

Tidak ada komentar: