Sabtu, 18 Februari 2012

Filsafat Akuntansi

Akuntansi, menurut pengalaman saya belajar dan berkecimpung di dalamnya, adalah pengetahuan dan keterampilan di dalam merekayasa transaksi keuangan di dalam pelaporan keuangan menjadi laporan keuangan yang bermanfaat bagi semua pemangku kepentingan (stakeholder). Terlebih daripada itu, di dalam pelaporan keuangan, Akuntansi mengandung sebuah filsafat yang bermakna di dalam meningkatkan mutu hidup. Berikut adalah sedikit kupasan saya.
    Basic Equation (Persamaan Dasar) adalah Harta = Kewajiban (Hutang) + Ekuitas(Modal). Harta adalah modal kerja yang kita miliki, sedangkan Kewajiban sumbernya yang kita dapatkan dari eksternal dan Ekuitas adalah sumbernya yang kita dapat dari diri kita sendiri. Jangan lupa bahwa talenta, kemampuan, sumber daya yang kita miliki di dalam berproduksi itu tidak semuanya milik kita sendiri, ada juga dukungan dari orang lain. Kita perlu menyeimbangkan antara kepentingan pribadi dan kepentingan publik, sehingga kita tidak egoistik tapi juga tidak terlalu humanistik, kita punya kepentingan pribadi, kita juga hidup di dalam lingkungan sosial. Intinya adalah keseimbangan. Berprestasi, menghasilkan kinerja bukanlah untuk kepentingan kita sendiri, tapi juga kita menyumbangsihkannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.
    Basic Equation bukanlah fungsi matematis yang mana urutannya dapat diubah. Harta = Kewajiban + Ekuitas tidak bisa diubah menjadi Harta = Ekuitas + Kewajiban, karena Kewajiban di posisi pertama merepresentasikan bahwa claim to creditor merupakan prioritas saat likuidasi perusahaan. Hutang adalah komitmenmu untuk membayar kembali di masa depan atas manfaat yang dinikmati masa kini. Kewajiban ini menggambarkan betapa Akuntansi mengajarkan kita untuk bertanggung jawab kepada orang lain yang telah memberikan kepercayaan untuk menambah atau mendukung modal kerja kita.
      Going Concern (Keberlangsungan hidup). Tidak ada insan atau organisasi yang merencanakan hidupnya untuk beberapa waktu saja, kecuali proyek. Manusia dan organisasi merencanakan hidupnya untuk terus hidup, oleh karena itu mereka merumuskan visi untuk menjawab pertanyaan, 'Mau jadi apa nanti?' Kesadaran keberlangsungan hidup ini merefleksi kita untuk terus melakukan kreasi dan inovasi untuk meningkatkan mutu proses dan hasil.
    Matching Principle (Prinsip Kecocokan). Prinsip ini menekankan keberpautan antara biaya dan pendapatan atau pengorbanan dan hasil. Prinsip ini mengajarkan bahwa pengorbanan mendahului hasil. Di dalam hidup usaha membuahkan hasil dan mereka berpaut satu sama lain di dalam satu perioda waktu.
      Economic Entity (Kesatuan Ekonomik). Prinsip ini mengajarkan di dalam berbisnis ada pemisahan antara bisnis dan konsumsi pribadi. Pemisahan antara kehidupan personalitas dengan profesionalitas.
     Cost Behavior (Perilaku Kos). Secara umum, berdasarkan spontanitas perubahan kos terhadap kuantitas produksi, Kos dibedakan menjadi Fixed (tetap) dan Variabel. Di dalam hidup kita sering menemukan komponen di dalam diri kita, ada yang bisa dan perlu kita ubah, tapi ada yang tidak perlu kita ubah, yaitu watak kita yang sudah terbentuk melalui genetik, tapi karakter selalu kita ubah, pertumbuhan jiwa selalu kita percepat.
        Substance over Form (Substansi mengalahkan bentuk). Prinsip ini di dalam akuntansi mengajarkan bahwa substansi ekonomik itu yang digambarkan di dalam laporan keuangan alih-alih bentuk legalnya. Sebagai contoh, rumah yang Sahabat tempati secara legal adalah milik orang tua sahabat, tapi secara substansi Sahabat memiliki akses dan pengendalian penuh terhadap rumah tersebut, sehingga saya mengatakan bahwa rumah tersebut adalah milik Sahabat.
       Ratio Analysis merupakan alat konvensional yang selalui digunakan untuk menelaah laporan keuangan, karena setiap elemen di dalam laporan keuangan tidak berarti tanpa dihubungkan ke elemen lain dengan menggunakan ratio. Kita tiada arti tanpa orang di sekeliling kita, kita tidak bisa berhasil tanpa rekan kerja kita.
...(bersambung)

Tidak ada komentar: